APA ITU PASAR KEUANGAN?

A.    Pengertian Pasar Finansial

Pasar keuangan (finansial) adalah mekanisme pasar yang memungkinkan bagi seorang atau koporasi untuk dengan mudah dapat melakukan transaksi penjualan dan pembelian dalam bentuk sekuritas keuangan (seperti saham dan obligasi). Dalam sekuritas komoditas dimungkinkan dapat melakukan pembelian dan penjualan awal atas produk-produk sumber alam seperti produk pertanian dan Pertambangan dan lain sebagainya.
Pasar keuangan dapat berarti :

1.      Suatu sistem pasar yang memfasilitasi terjadinya perdagangan antar produk dan turunan keuangan seperti misalnya bursa efek yang memfasilitasi perdagangan saham, obligasi dan waran .

2.      Pertemuan antara pembeli dan penjual untuk memperdagangkan produk keuangan dalam berbagai cara termasuk penggunaan bursa efek, secara langsung antara penjual dan pembeli (over-the-counter) .

3.      Dalam dunia akademis, mahasiswa bidang studi keuangan akan menggunakan kedua makna tersebut namun mahasiswa ekonomi hanya menggunakan makna yang kedua[1].

Pasar keuangan adalah pasar di mana orang dan entitas dapat melakukan perdagangan sekuritas keuangan, komoditas, dan barang-barang lain yang bernilai sepadan dengan biaya transaksi yang rendah dan dengan harga yang mencerminkan pasokan dan permintaan. Efek termasuk saham dan obligasi, dan komoditas termasuk logam mulia atau barang pertanian.

Ada baik pasar umum (di mana banyak komoditas yang diperdagangkan) dan pasar khusus (di mana hanya satu komoditas yang diperdagangkan). Pasar bekerja dengan menempatkan banyak pembeli tertarik dan penjual, termasuk rumah tangga, perusahaan, dan agences pemerintah, dalam satu "tempat", sehingga membuatnya lebih mudah bagi mereka untuk menemukan satu sama lain. Ekonomi yang bergantung terutama pada interaksi antara pembeli dan penjual untuk mengalokasikan sumber daya yang dikenal sebagai ekonomi pasar berbeda baik ke ekonomi perintah atau menuju ekonomi non-pasar seperti ekonomi hadiah.

Dalam keuangan, pasar keuangan memfasilitasi:

1.      Meningkatnya modal (di pasar modal)

2.      Pengalihan risiko (di pasar derivatif)

3.      Harga penemuan

4.      Global transaksi dengan integrasi pasar keuangan

5.      Pengalihan likuiditas (di pasar uang)

6.      Perdagangan internasional (di pasar mata uang)

Dan digunakan untuk mencocokkan mereka yang ingin modal kepada mereka yang memilikinya. Biasanya masalah peminjam tanda terima kepada kreditur berjanji untuk membayar kembali modal. Penerimaan ini adalah efek yang dapat bebas diperjualbelikan. Sebagai imbalan untuk meminjamkan uang kepada peminjam, pemberi pinjaman akan mengharapkan beberapa kompensasi dalam bentuk bunga atau dividen. Ini pengembalian investasi adalah bagian penting dari pasar untuk memastikan bahwa dana yang diberikan kepada mereka.

 

B.     Jenis-jenis Pasar Finansial

Pasar keuangan dapat dibagi kedalam beberapa sub jenis seperti[2] :

1.      Pasar komoditi, yang memfasilitasi perdagangan komoditi

2.      Pasar keuangan, yang merupakan sarana pembiayaan utang jangka pendek dan investasi.

3.      Pasar derivatif, yang merupakan sarana yang menyediakan instrumen untuk mengelola risiko keuangan.

4.      Pasar berjangka, yang merupakan sarana yang menyediakan stadarisasi kontrak berjangka bagi perdagangan suatu produk pada suatu tanggal dimasa mendatang.

5.      Pasar asuransi, yang memfasilitasi redistribusi dari berbagai risiko.

6.      Pasar valuta asing, yang memfasilitasi perdagangan valuta asing.

7.      Pasar modal yang terdiri dari pasar primer dan pasar sekunder

 

C.     Peran dan Fungsi Pasar Finansial

Fungsi-Fungsi Perantara dari pasar finansial adalah termasuk hal-hal berikut ini:

1.      Distribusi Sumber Daya: Pasar finansial mendukung distribusi kembali sumber daya ekonomi riil dari pemilik modal kepada penerima modal yang sesungguhnya.

2.       Meningkatkan Pendapatan: Pasar finansial memungkinkan pemilik modal untuk mendapatkan bunga atau dividen atau kelebihan dana mereka, dengan demikian mendukung peningkatan pendapatan individu dan pendapatan nasional.

3.      Pemakaian Dana Secara Produktif: Pasar finansial mendukung penggunaan dana-dana secara produktif, dan dengan demikian meningkatkan pendapatan nasional dan produk domestik bruto.

4.      Penghimpunan Modal: Pasar finansial menyediakan sarana untuk menyalurkan kelebihan dana, sehingga membantu penghimpunan modal suatu negara.

5.      Pembentukan Harga: Pasar finansial membantu pembentukan harga melalui interaksi antara para pembeli dan penjual. Pasar finansial memberikan tanda untuk alokasi dana-dana dalam ekonomi yang berdasarkan faktor permintaan dan penawaran melalui mekanisme yang disebut proses pembentukan harga.

6.      Mekanisme Penjualan: Pasar finansial menyediakan mekanisme penjualan aset finansial, sehingga pemodal mendapatkan manfaat dari likuiditas aset finansial tersebut

7.      Informasi: Aktivitas dari para pelaku pasar finansial mengakibatkan terciptanya informasi harga dan penyebaran informasi tersebut ke berbagai segmen pasar sehingga mengurangi biaya transaksi aset finansial.

Fungsi-Fungsi Finansial meliputi:

1.      Menyediakan dana kepada debitur sehingga memungkinkan debitur untuk melaksanakan rencana investasinya.

2.      Menyediakan instrumen-instrumen yang menghasilkan pendapatan kepada para kreditur pemilik modal sehingga memungkinkan para kreditur pemilik modal untuk memupuk kekayaan melalui kepemilikan surat-surat hutang.

3.      Menyediakan likuiditas di pasar sehingga mendukung perdagangan Reksa Dana.

4.      Menyediakan likuiditas untuk bank-bank komersial.

5.      Mendukung pembentukan kredit.

 

D.    Jenis-jenis risiko keuangan[3]

1.      Risiko investasi

Seperti namanya, risiko investasi adalah risiko yang terkait dengan investasi dan aktivitas perdagangan. Ada beberapa bentuk risiko investasi, tetapi kebanyakan terkait dengan fluktuasi harga pasar. Kita dapat memasukkan risiko pasar, likuiditas, dan kredit sebagai bagian dari kelompok risiko investasi.

2.      Risiko pasar

Risiko pasar adalah risiko yang berhubungan dengan fluktuasi harga suatu aset. Sebagai contoh, jika Alice membeli Bitcoin, dia akan terkena risiko pasar karena volatilitas dapat menyebabkan harga jatuh.

3.      Risiko likuiditas

Risiko likuiditas adalah risiko investor dan pedagang yang tidak dapat membeli atau menjual aset tertentu dengan sangat cepat tanpa perubahan harga yang drastis.

4.      Risiko kredit

Risiko kredit adalah risiko pemberi pinjaman kehilangan uang karena gagal membayar pihak lawan. Misalnya, jika Bob meminjam uang dari Alice, ia menghadapi risiko kredit. Dengan kata lain, ada kemungkinan bahwa Bob tidak akan membayar Alice, dan kemungkinan ini adalah apa yang kita sebut risiko kredit. Jika Bob default, Alice kehilangan uang.

5.      Risiko operasional

Risiko operasional adalah risiko kerugian finansial dikarenakan oleh kegagalan dalam proses, sistem, dan prosedur internal. Kegagalan ini sering kali disebabkan oleh kesalahan manusia tanpa sengaja atau aktivitas penipuan yang disengaja. 

6.      Risiko kepatuhan

Risiko kepatuhan berkaitan dengan kerugian yang mungkin timbul ketika perusahaan atau institusi gagal mengikuti hukum dan peraturan dari yurisdiksi masing-masing. Untuk menghindari risiko seperti itu, banyak perusahaan mengadopsi prosedur khusus, seperti Anti Pencucian Uang/Anti-money laundering (AML) dan Ketahui Pelanggan Anda/Know Your Customer (KYC).

7.      Risiko sistemik

Risiko sistemik berkaitan dengan kemungkinan peristiwa tertentu yang memicu efek buruk di pasar atau industri tertentu. Misalnya, keruntuhan Lehman Brothers pada 2008 memicu krisis keuangan serius di AS, yang akhirnya mempengaruhi banyak negara lain.



[1] https://www.pinterpandai.com/pasar-keuangan-pengertian-dan-contoh/

[2] https://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_keuangan

[3] https://academy.binance.com/id/articles/financial-risk-explained

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran Dewan Pengawas Syariah di Pasar Modal Syariah

STRUKTUR dan MEKANISME PASAR MODAL SYARIAH dan KONVENSIONAL